Sabtu, 27 Oktober 2012

BATAM ISLAND


Perjalanan kali di mulai dari Batam berhubung aku tidak mengingat kota Batam seperti apa? Terakhir aku mengunjungi kota ini ketika SD kelas 5, yang ku ingat hanyalah memandang Singapura dari kejauhan saja, waktu itu aku hanya membatin kapan ya aku bisa nyebrang kesana ? Ini adalah liburan yang tidak pernah di rencanakan , awalnya sudah beli tiket Jetstar dari Medan ke Singapura tapi berhubung aku beristirahat di rumah sakit jadi gagal. Kebetulan Mamaku ingin ke Batam dan ada tiket promo dari Citilink jadilah para wanita-wanita ini berpetualang dari Batam ke Singapura. Padahal aku belum pernah ke Singapura sama sekali, dan saat ini pergi bersama Mama, Tanteku serta Adik Sepupu, tapi dasar aku orangnya cuek. Jadi aku bilang ama mereka tenang aja pasti bisa J. Sebelumnya aku sempat nanya ke teman tentang hotel di Batam, akhirnya temanku menyarankan untuk nginap di Nagoya Plasa Hotel padahal dia sendiri belum pernah nginap di situ. Kucoba hubungi hotel itu untuk menanyakan rate dan booking, sembari aku search di google untuk cari tau tentang hotel itu, infonya termasuk di tengah kota dan dekat dari pusat pembelanjaan.
Pertualangan di mulai ketika pesawat landing di bandara Hang Nadim Batam, karena aku suka travelling jadi Mamaku dan Tanteku memberi kepercayaan aku yg jadi guidenya :D. Pokoknya dengan modal pede abis ,naik taksi menuju hotel , di dalam taksi aku melihat sebuah brosur tentang biro perjalanan ke Singapura, karena memang tujuannya ke Singapura , jadi aku menghubungi biro perjalananan tersebut sambil nego biaya 2 hari 1 malam , sebenarnya pengen jalan sendiri  tanpa pakai guide tapi karena bawa Mama jadi ku urungkan niat itu. Akhirnya kami harus bayar Rp 1.500.000,- di luar dari biaya untuk makan, dengan harga segitu hanya free masuk di Sentosa Island, Taksi pp dari pelabuhan ke hotel,dan kemana-mana naik bus serta MRT. Ya cukup mahal lah dibandingkan dengan kita jalan sendiri karna perhitungannya dalam 1 hari untuk mengisi kartu naik MRT atau Bus SGD $ 10 kalo di Rupiahkan sekitar Rp 80.000 dengan kurs SGD $ 1 = Rp 8000,-. Oh ya dari hotel juga bisa bantu kita untuk mencarikan travel berwisata ke Singapura, tergantung kita mau yang one day artinya pergi pagi pulang sore dengan biaya tidak sampai Rp 1.000.000,-, aku sempat nanyakan juga tapi harga yang ditawarkan agak sedikit mahal sekitar Rp 1.700.000,- tapi itu sudah termasuk makan 3x sehari. Biasanya travel memperhitungkan biaya perjalanan ke Singapura berdasarkan SGD $, dan mereka suka membulatkan kurs jika di Rupiahkan , kebetulan pada saat aku ke Singapura dollar sedang naik sekitar Rp 7800,- tapi karna udah kepengen ke sana makanya nekat aja walo kantong tidak tebal he..he..he… yang penting tau kota Singapura.
Kita tiba di hotel sudah menunjukkan pukul 14.00 wib, mana perut minta di isi, disegerakanlah mencari makan siang, tapi sangat disayangkan Batam di guyur hujan deras yang kita tidak bisa berjalan kaki, dengan berat hati naik taksi. Padahal tempat makan dan belanja yang kita tuju hanya berseberangan dengan hotel, tapi apa mau dikata keluar juga dari kantong biaya taksi Rp.30.000,- ccckk..ccckkk ( disini tidak ada Blue Bird, yang ada taksi gelap harus pandai tawar menawar ). Karena hujan deras kita pun bingung mau makan siang dimana, terakhir makan di rumah makan minang ( haiya… tepuk jidat ) gak apa-apa deh yang penting masih dalam kawasan pusat pembelanjaan. Untungnya ketika kita selesai makan hujan sudah reda, mulailah melakukan eksplorasi wilayah yang menjual tas dan parfum, walopun tidak hari libur daerah ini  ramai juga banyak turis lokal yang berkunjung untuk shopping. Karena Batam terkenal dengan barang-barang seperti tas, parfum,elektronik,coklat dll harga sedikit miring berhubung dekat dengan Negara tetangga , ada juga seperti minuman beralkohol dan parfum yang free pajak cckkk…cckkk..surga belanja. Ada juga pengunjung yang mengatakan harga barang di Singapura lebih murah dibandingkan dengan harga di Batam untuk tas,parfum dll. Tapi buatku lebih mendingan belanja di Batam karena kita tidak dipusing kan harus menghitung kurs J selain itu di sesuaikan dengan isi kantong kita mau beli tas yang kualitas super atau kw 1. Jika kita belanja di supermarket Batam banyak kita jumpai makanan eksport baik itu dari Singapura maupun Malaysia, justru makanan dari Negara tetangga harganya lebih murah di bandingkan produksi lokal J. Kesempatan untuk mencicipi snack buatan luar dengan harga miring sekedar membandingkan kalo di Medan harga snack dengan kemasan ukuran sedang bisa di bandrol harga Rp 25.000,- sedangkan di Batam hanya Rp 6.000,-.
Didekat Hotel Nagoya Plasa ada 2 Mall yakni yang bersebelahan dengan hotel Mall Nagoya sedangkan berseberangan dengan hotel Lucky Mall, kedua mall memiliki perbedaan kalo Lucky lebih banyak dijumpai barang-barang elektronik, perhiasaan jika mau menukarkan uang disini juga tersedia. Disepanjang jalan wilayah Lucky Mall banyak kita jumpai money changer, tidak perlu risau jika sudah kemalaman tapi mau menukarkan uang kita karna sampai pukul 22.00 wib masih ada yang buka kok. Kita makan malam di Mall Nagoya selain itu beli persiapan untuk berangkat ke Singapura berhubung di sana mahal jadi nyiapin stock makanan dulu he….he….he….barang yang kita beli banyak hanya 1 yakni air mineral J. Setelah puas mengelilingi mall, sekitar pukul 21.00 wib kita berjalan menuju hotel, di sepanjang jalan banyak ditemukan penjual makanan malam,pokoknya hotel ini direkomendasikan deh, karna lokasinya yang strategis. Tiba di hotel kita harus bersiap-siap karena jam 6.00 wib sudah di jemput travel untuk ke Pelabuhan Sekupang, karena kita melalui Sekupang menyeberang ke Singapura.

Jumat, 26 Oktober 2012

 Mesjid Terapung Di Melaka


Welcome Melaka :)

Goes To Malacca Part 2

Gereja Peninggalan Portugis Yang Terkenal
 Hari ketiga di melaka,baru kita mulai mengunjungi objek wisata yang berada di pusat kota dari gereja tua,hingga mengeliling melacca river. 
Terasa panas cuaca waktu itu tapi karena semangat ingin memanfaatkan waktu yang ada,rasa panas plus gatal di badan masih bisa tertahankan :). Ada sensasi yang berbeda ketika kita memasuki benteng peninggalan dari portugis,awalnya sudah terasa lain apalagi semakin masuk ke dalam,ketika temanku minta diambil gambar,aku sempat takut juga,tapi karena ku lihat temanku biasa aja,keberanianku mulai muncul,sewaktu aku diambil gambar,ku lihat hasilnya wajahku berbeda kok seperti kuntilanak ya ?,jadi kuminta temanku untuk ambil gambarku sekali lagi. setelah itu kita keluar turun ke bawah,nah sesampainya dibawah aku melihat ada  2 makam,sepertinya kuburan orang portugis. 
Salah Satu Kuburan Portugis

Entah mengapa aku kok ingin difoto didepan nisan itu,aku minta bantuan orang yang berjualan souvenir di depan makam tersebut untuk ambil gambar,temanku bilang orang di sekitar situ pada heran melihat tingkah laku ku,karna tidak seorang turis yang mau berfoto di depan makam itu. Aku ajak temanku untuk berfoto berdua,tapi dia agak takut,sedangkan aku dengan nyantainya duduk di nisan itu. Padahal biasanya aku paling takut kalau melihat nisan.


Di hari ke empat di melaka kita mulai mengunjungi objek wisata yang berada jauh dari bandar raya melaka yakni zoo malacca karena aku dapat info dari teman di medan bahwa zoo nya termasuk  3 terbaik yang ada di Malaysia.

Untuk menuju kesana kita naik taxi, jika naik taxi yang menggunakan meter ( istilah kita yang pakai argo )  bisa sampai rm 50 sedangkan taxi yang tidak pakai meter kita tawar rm 30. Di sekitar zoo kita bisa mengunjungi taman buaya,miniatur rumah adat asean dan botanical garden. Jadi ada beberapa tempat yang bisa didatangi,karena tujuan awalnya ke zoo kita langsung masuk dengan tiket seharga rm 10/orang, kata driver didalam zoo kita bisa berkeliling dengan bus. Kita tiba di zoo sekitar pukul 10 am,masih sunyi yang ada hanya kita dan 5 orang warga Malaysia sepertinya mereka mahasiswa/i. Kita mencari tempat untuk bisa naik bus,ternyata bus belum bisa beroperasi karena masih terlalu pagi belum banyak pengunjung, untuk berkeliling dengan bus kita dikenakan biaya rm 3. Terakhir agar kita tidak tersesat kita mengikuti warga Malaysia itu. Banyak juga kandang yang tidak ada hewannya, belum lagi tercium aroma yang tidak enak ketika kita melintasi kandang. Duh , jauh dari bayangan deh, ku pikir zoo nya seperti yang ada di Singapore, ternyata masih lebih bagus Taman Safari. Cukup luas juga zoo Malacca ini, kita hanya sanggup jalan sampai kandang gajah, di sekitar situ ada jembatan yang dibawahnya sungai,di dekat jembatan ada 2 angsa yang sedang bersuara,cukup bising di dengar. Karena cuaca yang panas kita tidak bisa berlama-lama berdiri diatas jembatan tersebut. Untuk melihat hewan ganas seperti singa,harimau atau buaya kita harus berjalan lagi ke belakang, karena kita sudah kepanasan dan kecapean kita memutuskan untuk keluar dari zoo. Ada menarik di zoo ini, di sekitar tempat pertunjukan gajah ada sebuah bangunan yang desainnya unik yaitu ‘Tandas’ ( atau toilet kita bilang ),ingin aku foto tandas itu tapi temanku bilang toilet kok di foto kayak tidak ada objek lain. Ketika kita sampai di halaman luar zoo,kita bertanya dengan salah seorang petugas , arah menuju miniatur rumah adat asean dimana ? Kata petugasnya sudah tutup,lalu kita bertanya arah ke botanical garden, dia bilang jaraknya lebih kurang 100 m dari zoo,dia sempat bertanya dengan kita ,berapa orang yang mau pergi ke botanical garden ? kita jawab hanya berdua saja,lalu bertugasnya tersenyum, awalnya kita tidak ada curiga dengan pertanyaannya.

    Orang Indonesia dimana saja tetap membawa kebiasaan di Negara orang, seperti kami nekat menyeberang jalan di sembarangan padahal kendaraan yang melaju di jalan itu cukup kencang, temanku bilang kalau dia melihat pengumuman bahwa ada semacam  terowongan bagi pejalan kaki,tapi setelah kita tanya sama tukang parkir dimana letak terowongan itu,dia tidak tahu, akhirnya kita putuskan untuk tetap menyeberang. Waktu sudah menunjukkan pukul 12.15 pm kita sepakat untuk lunch di Mc Donalds sekalian mendinginkan badan :). Setelah 1 jam kita lunch, lalu kita lanjut berjalan kaki menuju botanical garden, awalnya kita bingung mencari pintu masuknya sebab yang kita jumpai pertama kali adalah CafĂ© Botanical, tidak berapa lama kita melihat ada pintu masuk tetapi tidak ada petugas yang menjaga di loket tiket, aku bertanya dengan orang yang melintasi di dekat pintu masuk itu seorang ibu yang keturunan India, dimana beli tiket , katanya tidak perlu beli tiket bisa masuk kok, alhamdulilah :) gratis toh. 
        Mulailah kita beraksi ambil gambar, lalu berjalan masuk ke dalam botanical, tidak berapa lama temanku menunjukkan pengumuman agar tidak sembarangan memberi makanan kepada monyet, kita “ngeh” kalo disitu ada monyet. Temanku sempat bilang, “Wi disini kok sepi ya gak ada orang ?” Aku cuek aja sambil asyik mendengarkan lagu di headset, ku jawab “udah terus aja kita jalan” Tak berapa lama kita lihat ada sepasang kekasih yang jalan melewati kita sepertinya orang asing dari bahasanya dan wajahnya yang Chinese. 
Botanical Garden


Lalu temanku bilang kita cari peta dulu yuk,biar tidak kesasar selain itu tahu tempat yang hendak di tuju. Kami pun jalan keluar hutan,setelah temanku mempelajari peta, dia bilang “Wi, ternyata di dalam ada air terjun kita kesana aja “,aku langsung setuju,kita jalan masuk kedalam lagi sambil tak lupa cari lokasi yang cocok untuk berfoto ( narsis.com :p) Di perjalanan kita bertemu dengan seorang Bapak yang sudah tua keturunan Chinese berjalan mundur kearah keluar hutan, Bapak tersebut menegur kita  dengan tersenyum. Dalam hati berkata,ternyata ada orang kok di dalam hutan ini. Nah, di tengah perjalanan ada belokan ke kanan, kita belok karna di situ ada peta, temanku ingin mengetahui posisi saat ini dimana, ternyata petanya sama seperti kita jumpai di depan. Pada saat temanku sedang melihat peta,tiba-tiba aku di hantui rasa takut. Kita kembali ke jalan yang kita lalui tadi, mataku melihat sebuah pengumuman yang di tutupi oleh pohon karena penasaran aku dekati pengumuman itu,isinya menyatakan “Bahwa pihak Botanical tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu kepada pengunjung”, ku suruh temanku membaca pengumuman itu. Disitu hanya tertera bahasa melayu,tidak ada bahasa inggrisnya apalagi tulisan kanji cina. Seketika itu juga kami berlari kearah keluar hutan, yang ada di pikiran kami secepatnya harus keluar dari hutan ini. Eeh temanku bilang , “ Wi lihat itu ada monyet “,langsung aku lari ke depan pintu masuk. Gila aja di siang bolong berlari. “Pantesan ya, Wi didalam hutan tidak ada orang pacaran,orang lebih memilih pacaran di depan taman.” Ku jawab , “siapa yang mau pacaran di temani monyet ama ular.”  Dengan nafas yang ngos-ngosan aku menelepon taxi untuk menjemput kami. Kami bilang ke driver kalau mau ke Pantai Klebang,setelah bertransaksi tawar menawar biaya kesana rm 35, di perjalanan driver bilang kalau sore seperti ini di Pantai Klebang tidak ada yang di lihat,malam hari baru banyak orang yang berjualan di sekitar pantai, selain itu bisa melihat orang pacaran naik motor ke pantai itu sambil ….. ( tahu kan kelanjutannya apa *_^ ).

Akhirnya dia menyarankan ke objek wisata yang lain yakni Perigi Hang Tuah dan Mesjid Terapung. Perigi Hang Tuah terkenal airnya yang bisa menyembuh segala penyakit dan di percayakan mudah dapat jodoh kalau kita membasuh muka dengan air perigi ini. 
Perigi Hang Tuah
         Apalagi driver itu melihat kalau aku sedang sakit chicken pox, dia menyarankan aku untuk minum air kelapa, berhubung aku bilang kalau kesulitan menemukan air kelapa, dia akan berhenti ke tempat orang yang jualan air kelapa, didalam bayanganku aku akan minum air kelapa Thailand seperti yang ada di Penang, ternyata ini kelapa lokal yang dimiliki penduduk Melaka, ku beli saja walau rasa airnya hambar :(. Setiba di perigi driver itu mencari tempat untuk menampung air perigi, katanya air perigi ini bisa dijadikan obat untuk aku agar cepat sembuh, sebenarnya aku malas banget, tapi demi menghargainya yang sudah menimba air ku bawa saja. Dalam perjalanan menuju Mesjid Terapung kebetulan kita melewati rumah penduduk yang masih berciri khas tradisional,kita singgah sebentar untuk ambil gambar.
Rumah Adat Melayu
     Lokasi Mesjid Terapung ini searah dengan Bandar raya Melaka, begitu sampai di Mesjid aku terkesan dengan arsitekturnya, jadi teringat Mesjid Terapung yang ada di Jedah – Saudi Arabia, jika di Jedah diatas Laut Merah disini diatas Selat Melaka. Tapi bangunan Mesjidnya menurutku lebih indah dari yang di Jedah. Setelah beberapa menit, kita minta di antar ke Mega Mall Melaka karena ingin nonton film, katanya untuk Hari Rabu nonton hanya Rm 5 ( lebih murah kan dari Medan :) ). Dengan bermodal Pede kita menuju bioskop, kita cari film yang tidak larut malam, setelah kita tahu mau nonton film apa ( padahal kata temanku film ini sudah diputar di Medan :),tapi berhubung aku jarang nonton cuek saja ), kita beli tiket kebetulan yang melayani kita cowok, abislah kena dikerjain ama cowok itu, dia bilang siang yang harganya rm 5 kalau malam rm 10, karena kita sudah niat nonton ya..beli juga , ketika ku tanya totalnya berapa , dia bilang rm 16. Dodol juga, ini berarti satu orang rm 8. Dasar , Lelaki Melaka gatal alias suka godain kita, mulai dari yang hanya berani memperhatikan sampai mengajak ngobrol. Apalagi waktu di zoo,petugas yang laki-laki ciut-ciutin kita, kayak gak pernah lihat cewek aja. Temanku bilang kalau aku yang suka di godain mereka, pernah di pinggir jalan ada kereta ( kita bilang mobil ) yang isinya cowok godain aku, dalam hatiku udah tahu orang lagi kena chicken pox tetap nafsu aja.

          Segitu dulu  ya cerita tentang perjalananku di Melaka, buat kamu yang hobi hunting Vincci di Melaka hanya terdapat 2 gerai yakni di Mega Mall Malaka dan Jesco ( mall ini terletak agak jauh dari pusat kota ), sedangkan di pusat kota hanya ada 2 Mall yakni Mahkota yang berlokasi berseberangan dengan Mega Mall, di 2 mall ini memiliki kelebihan masing-masing untuk Mahkota Mall di situ ada supermarket tetapi tidak ada bioskop sedangkan Mega Mall tidak ada supermarket tapi ada bioskop. Bagi yang pertama kali travelling di Melaka disarankan untuk menginap di hotel yang dekat dengan Red House, karena untuk mengunjungi objek wisata yang berada di pusat kota bisa di lalui dengan berjalan kaki. Sebab di Melaka jarang di jumpai bus ( tidak seperti di Kuala Lumpur maupun Penang ), kalau mau ke tempat yang jaraknya agak jauh dari  pusat kota kita harus naik bus dari Terminal Melaka Sentral, agak ribet sih. Kalau mau cepat memang pilihannya ke taxi, itupun harus tawar-menawar karena alasan drivernya di Melaka ini one way jadi perlu pusing dulu, padahal tidak semua jalan one way.      

Goes To Malacca Part 1

        Dimulai perjalanan ke melaka dengan naik bus dari tbs kuala lumpur dengan biaya rm 10,kita di beri pilihan mau diturunkan di daerah mana,apakah bandar raya melaka,mesjid tanah atau di alor gajah (kalo tidak salah ya :) ). karena tujuan utama mau nemani teman untuk check up dan kondisiku juga sedang sakit cacar (orang malaysia bilang chicken pox). jadi begitu tiba di terminal melaka central langsung minta diantar oleh taxi ke mahkota medical center atau mahkota hospital(banyak orang indonesia yang berobat disini,tapi untuk warga medan masih jarang karena orang medan masih memilih berobat di penang). biaya dari terminal ke hospital rm 20,cukup mahal sih,mereka kenakan tarif seperti karna kita pendatang.apalagi sewaktu kita tanya dimana hotel tempat kita menginap,drivernya bilang jauh sekali dari hospital bisa-bisa biaya taxi rm 20-30,aku terkejut mendengar penjelasannya,tapi karena badan lagi sakit aku cuek saja. tiba di hospital bingung mau nyari dokter jaga,akhirnya ketemu juga ruang darurat. disuruh tunggu beberapa menit untuk pendaftaran,setelah itu baru ketemu dengan dokternya,aku minta disuntik agar sakitku cepat pulih,tapi dokter bilang tetap aja butuh waktu seminggu. setelah membeli obat,kita menuju hotel,sebelum ke hotel kita mencari lunch berhubung pukul menunjukkan 3 pm.kebetulan didepan hospital ada mall(orang melaka bilang shopping),ketika keluar dari hospital aku di tanya oleh cewek chinese dimana tempat pakir mobil(orang malaysia bilang kereta),dia awalnya pakai bahasa melayu lalu karna aku bingung,dia nanya pakai bahasa mandarin,ku jawab saja dengan bahasa inggris,geli juga aku mungkin aku di pikir nya orang cina.                             Dari mall itu kita ke hotel dengan menggunakan taxi rm 15 ke hotel hallmark inn,ternyata tidak jauh seperti driver taxi yang bilang ke kita tadi,rupanya di melaka ini ada 3 hotel hallmark, dengan lokasi berbeda-beda. informasi yang menyesatkan ccck...ccck...                                                                                    Malam pertama dan malam kedua kita hanya istirahat dihotel berhubung aku sakit cacar,yang menurut orang indonesia tidak boleh kena angin,hal ini tidak berlaku bagi orang malaysia,mereka bilang tidak boleh kena air hujan,bisa lebih parah cacarnya.

Akhir Dari Perjalanan Ku

Pada saat akan kembali ke Medan masih saja harus melalui kerikil-kerikil yang membuat jantung berdetak kencang.
Mulai pada saat lapor bagasi di counter hingga pemeriksaan di imigrasi Malaysia. Aku heran dengan cutiku kali ini ,saat tiba di airport LCCT Kuala Lumpur ada diajukan beberapa pertanyaan hingga harus scan finger.Begitu juga pada saat kepulangan, aku diperlakukan kasar oleh Imigrasi Malaysia,aku di bentak oleh petugasnya padahal saat itu petugas tersebut akan berganti shift dengan temannya. Aku disuruh tunggu tanpa ada kejelasan,apa permasalahannya hingga pasporku tidak di stempel, sempat juga aku tanya ke petugas disebelahnya,berhubung dalam 1 counter ada 2 petugas.Itupun pertanyaanku tidak di jawab.

Petugas yang telah bertukar pun aku mendapat perlakuan yang sama, aku tanya lagi apa masalahnya, baru dia jawab dataku tidak ada di Imigrasi Malaysia,padahal aku ingat tahun 2011 pada saat aku ke Penang , aku telah finger scan. Seharusnya data yang dimiliki oleh Imigrasi di Penang terhubung ke semua Imigrasi di wilayah Malaysia. Hingga petugas itu mau membawaku ke kantor Imigrasi,dia tidak mau tahu kalau aku datang ke Kuala Lumpur ini berdua dengan temanku. Padahal paspor temanku itu sempat diperiksa oleh petugas yang memeriksa pasporku itu,justru dia bentak temanku agar kembali masuk kedalam meninggalkan aku yang di luar.

Cemas dan panik , perasaanku saat itu. Aku berpikir siapa yang bisa menjamin aku , apalagi temanku yang menikah dengan orang Melaka sudah ke Medan lagi. Bingung mau minta tolong ama siapa,karna jika aku sampai dibawa ke kantor Imigrasi pasti panjang ceritanya. Syukur Alhamdulilah ada pejabat Imigrasi yakni seorang ibu yang dimintai confirmasi oleh petugas yang memeriksaku , Ibu itu dengan lembutnya nanya aku dari mana,kerja di Medan sebagai apa,sudah berapa lama kerja ? Dengan Ibu itu aku jelaskan stempel yang ada di pasporku , khususnya ketika aku ke Malaysia. Akhirnya Ibu itu bisa menerima penjelasanku,dia menyuruh petugas tadi memberi stempel di pasporku. Ibu itu bilang, "Dia ini pegawai Bank di Medan". Ku bilang juga kalau aku hampir setiap tahun ke Malaysia untuk melancong.

Kejadian itu yang tak akan pernah kulupakan....Dalam hatiku beginilah yang dialami TKW di Malaysia, mereka di bentak-bentak lalu di perlakukan kasar. Jujur aku emosi juga ketika di perlakukan demikian, memangnya aku seorang TKW yang tidak berpendidikan.......