Jumat, 26 Oktober 2012

Goes To Malacca Part 2

Gereja Peninggalan Portugis Yang Terkenal
 Hari ketiga di melaka,baru kita mulai mengunjungi objek wisata yang berada di pusat kota dari gereja tua,hingga mengeliling melacca river. 
Terasa panas cuaca waktu itu tapi karena semangat ingin memanfaatkan waktu yang ada,rasa panas plus gatal di badan masih bisa tertahankan :). Ada sensasi yang berbeda ketika kita memasuki benteng peninggalan dari portugis,awalnya sudah terasa lain apalagi semakin masuk ke dalam,ketika temanku minta diambil gambar,aku sempat takut juga,tapi karena ku lihat temanku biasa aja,keberanianku mulai muncul,sewaktu aku diambil gambar,ku lihat hasilnya wajahku berbeda kok seperti kuntilanak ya ?,jadi kuminta temanku untuk ambil gambarku sekali lagi. setelah itu kita keluar turun ke bawah,nah sesampainya dibawah aku melihat ada  2 makam,sepertinya kuburan orang portugis. 
Salah Satu Kuburan Portugis

Entah mengapa aku kok ingin difoto didepan nisan itu,aku minta bantuan orang yang berjualan souvenir di depan makam tersebut untuk ambil gambar,temanku bilang orang di sekitar situ pada heran melihat tingkah laku ku,karna tidak seorang turis yang mau berfoto di depan makam itu. Aku ajak temanku untuk berfoto berdua,tapi dia agak takut,sedangkan aku dengan nyantainya duduk di nisan itu. Padahal biasanya aku paling takut kalau melihat nisan.


Di hari ke empat di melaka kita mulai mengunjungi objek wisata yang berada jauh dari bandar raya melaka yakni zoo malacca karena aku dapat info dari teman di medan bahwa zoo nya termasuk  3 terbaik yang ada di Malaysia.

Untuk menuju kesana kita naik taxi, jika naik taxi yang menggunakan meter ( istilah kita yang pakai argo )  bisa sampai rm 50 sedangkan taxi yang tidak pakai meter kita tawar rm 30. Di sekitar zoo kita bisa mengunjungi taman buaya,miniatur rumah adat asean dan botanical garden. Jadi ada beberapa tempat yang bisa didatangi,karena tujuan awalnya ke zoo kita langsung masuk dengan tiket seharga rm 10/orang, kata driver didalam zoo kita bisa berkeliling dengan bus. Kita tiba di zoo sekitar pukul 10 am,masih sunyi yang ada hanya kita dan 5 orang warga Malaysia sepertinya mereka mahasiswa/i. Kita mencari tempat untuk bisa naik bus,ternyata bus belum bisa beroperasi karena masih terlalu pagi belum banyak pengunjung, untuk berkeliling dengan bus kita dikenakan biaya rm 3. Terakhir agar kita tidak tersesat kita mengikuti warga Malaysia itu. Banyak juga kandang yang tidak ada hewannya, belum lagi tercium aroma yang tidak enak ketika kita melintasi kandang. Duh , jauh dari bayangan deh, ku pikir zoo nya seperti yang ada di Singapore, ternyata masih lebih bagus Taman Safari. Cukup luas juga zoo Malacca ini, kita hanya sanggup jalan sampai kandang gajah, di sekitar situ ada jembatan yang dibawahnya sungai,di dekat jembatan ada 2 angsa yang sedang bersuara,cukup bising di dengar. Karena cuaca yang panas kita tidak bisa berlama-lama berdiri diatas jembatan tersebut. Untuk melihat hewan ganas seperti singa,harimau atau buaya kita harus berjalan lagi ke belakang, karena kita sudah kepanasan dan kecapean kita memutuskan untuk keluar dari zoo. Ada menarik di zoo ini, di sekitar tempat pertunjukan gajah ada sebuah bangunan yang desainnya unik yaitu ‘Tandas’ ( atau toilet kita bilang ),ingin aku foto tandas itu tapi temanku bilang toilet kok di foto kayak tidak ada objek lain. Ketika kita sampai di halaman luar zoo,kita bertanya dengan salah seorang petugas , arah menuju miniatur rumah adat asean dimana ? Kata petugasnya sudah tutup,lalu kita bertanya arah ke botanical garden, dia bilang jaraknya lebih kurang 100 m dari zoo,dia sempat bertanya dengan kita ,berapa orang yang mau pergi ke botanical garden ? kita jawab hanya berdua saja,lalu bertugasnya tersenyum, awalnya kita tidak ada curiga dengan pertanyaannya.

    Orang Indonesia dimana saja tetap membawa kebiasaan di Negara orang, seperti kami nekat menyeberang jalan di sembarangan padahal kendaraan yang melaju di jalan itu cukup kencang, temanku bilang kalau dia melihat pengumuman bahwa ada semacam  terowongan bagi pejalan kaki,tapi setelah kita tanya sama tukang parkir dimana letak terowongan itu,dia tidak tahu, akhirnya kita putuskan untuk tetap menyeberang. Waktu sudah menunjukkan pukul 12.15 pm kita sepakat untuk lunch di Mc Donalds sekalian mendinginkan badan :). Setelah 1 jam kita lunch, lalu kita lanjut berjalan kaki menuju botanical garden, awalnya kita bingung mencari pintu masuknya sebab yang kita jumpai pertama kali adalah Café Botanical, tidak berapa lama kita melihat ada pintu masuk tetapi tidak ada petugas yang menjaga di loket tiket, aku bertanya dengan orang yang melintasi di dekat pintu masuk itu seorang ibu yang keturunan India, dimana beli tiket , katanya tidak perlu beli tiket bisa masuk kok, alhamdulilah :) gratis toh. 
        Mulailah kita beraksi ambil gambar, lalu berjalan masuk ke dalam botanical, tidak berapa lama temanku menunjukkan pengumuman agar tidak sembarangan memberi makanan kepada monyet, kita “ngeh” kalo disitu ada monyet. Temanku sempat bilang, “Wi disini kok sepi ya gak ada orang ?” Aku cuek aja sambil asyik mendengarkan lagu di headset, ku jawab “udah terus aja kita jalan” Tak berapa lama kita lihat ada sepasang kekasih yang jalan melewati kita sepertinya orang asing dari bahasanya dan wajahnya yang Chinese. 
Botanical Garden


Lalu temanku bilang kita cari peta dulu yuk,biar tidak kesasar selain itu tahu tempat yang hendak di tuju. Kami pun jalan keluar hutan,setelah temanku mempelajari peta, dia bilang “Wi, ternyata di dalam ada air terjun kita kesana aja “,aku langsung setuju,kita jalan masuk kedalam lagi sambil tak lupa cari lokasi yang cocok untuk berfoto ( narsis.com :p) Di perjalanan kita bertemu dengan seorang Bapak yang sudah tua keturunan Chinese berjalan mundur kearah keluar hutan, Bapak tersebut menegur kita  dengan tersenyum. Dalam hati berkata,ternyata ada orang kok di dalam hutan ini. Nah, di tengah perjalanan ada belokan ke kanan, kita belok karna di situ ada peta, temanku ingin mengetahui posisi saat ini dimana, ternyata petanya sama seperti kita jumpai di depan. Pada saat temanku sedang melihat peta,tiba-tiba aku di hantui rasa takut. Kita kembali ke jalan yang kita lalui tadi, mataku melihat sebuah pengumuman yang di tutupi oleh pohon karena penasaran aku dekati pengumuman itu,isinya menyatakan “Bahwa pihak Botanical tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu kepada pengunjung”, ku suruh temanku membaca pengumuman itu. Disitu hanya tertera bahasa melayu,tidak ada bahasa inggrisnya apalagi tulisan kanji cina. Seketika itu juga kami berlari kearah keluar hutan, yang ada di pikiran kami secepatnya harus keluar dari hutan ini. Eeh temanku bilang , “ Wi lihat itu ada monyet “,langsung aku lari ke depan pintu masuk. Gila aja di siang bolong berlari. “Pantesan ya, Wi didalam hutan tidak ada orang pacaran,orang lebih memilih pacaran di depan taman.” Ku jawab , “siapa yang mau pacaran di temani monyet ama ular.”  Dengan nafas yang ngos-ngosan aku menelepon taxi untuk menjemput kami. Kami bilang ke driver kalau mau ke Pantai Klebang,setelah bertransaksi tawar menawar biaya kesana rm 35, di perjalanan driver bilang kalau sore seperti ini di Pantai Klebang tidak ada yang di lihat,malam hari baru banyak orang yang berjualan di sekitar pantai, selain itu bisa melihat orang pacaran naik motor ke pantai itu sambil ….. ( tahu kan kelanjutannya apa *_^ ).

Akhirnya dia menyarankan ke objek wisata yang lain yakni Perigi Hang Tuah dan Mesjid Terapung. Perigi Hang Tuah terkenal airnya yang bisa menyembuh segala penyakit dan di percayakan mudah dapat jodoh kalau kita membasuh muka dengan air perigi ini. 
Perigi Hang Tuah
         Apalagi driver itu melihat kalau aku sedang sakit chicken pox, dia menyarankan aku untuk minum air kelapa, berhubung aku bilang kalau kesulitan menemukan air kelapa, dia akan berhenti ke tempat orang yang jualan air kelapa, didalam bayanganku aku akan minum air kelapa Thailand seperti yang ada di Penang, ternyata ini kelapa lokal yang dimiliki penduduk Melaka, ku beli saja walau rasa airnya hambar :(. Setiba di perigi driver itu mencari tempat untuk menampung air perigi, katanya air perigi ini bisa dijadikan obat untuk aku agar cepat sembuh, sebenarnya aku malas banget, tapi demi menghargainya yang sudah menimba air ku bawa saja. Dalam perjalanan menuju Mesjid Terapung kebetulan kita melewati rumah penduduk yang masih berciri khas tradisional,kita singgah sebentar untuk ambil gambar.
Rumah Adat Melayu
     Lokasi Mesjid Terapung ini searah dengan Bandar raya Melaka, begitu sampai di Mesjid aku terkesan dengan arsitekturnya, jadi teringat Mesjid Terapung yang ada di Jedah – Saudi Arabia, jika di Jedah diatas Laut Merah disini diatas Selat Melaka. Tapi bangunan Mesjidnya menurutku lebih indah dari yang di Jedah. Setelah beberapa menit, kita minta di antar ke Mega Mall Melaka karena ingin nonton film, katanya untuk Hari Rabu nonton hanya Rm 5 ( lebih murah kan dari Medan :) ). Dengan bermodal Pede kita menuju bioskop, kita cari film yang tidak larut malam, setelah kita tahu mau nonton film apa ( padahal kata temanku film ini sudah diputar di Medan :),tapi berhubung aku jarang nonton cuek saja ), kita beli tiket kebetulan yang melayani kita cowok, abislah kena dikerjain ama cowok itu, dia bilang siang yang harganya rm 5 kalau malam rm 10, karena kita sudah niat nonton ya..beli juga , ketika ku tanya totalnya berapa , dia bilang rm 16. Dodol juga, ini berarti satu orang rm 8. Dasar , Lelaki Melaka gatal alias suka godain kita, mulai dari yang hanya berani memperhatikan sampai mengajak ngobrol. Apalagi waktu di zoo,petugas yang laki-laki ciut-ciutin kita, kayak gak pernah lihat cewek aja. Temanku bilang kalau aku yang suka di godain mereka, pernah di pinggir jalan ada kereta ( kita bilang mobil ) yang isinya cowok godain aku, dalam hatiku udah tahu orang lagi kena chicken pox tetap nafsu aja.

          Segitu dulu  ya cerita tentang perjalananku di Melaka, buat kamu yang hobi hunting Vincci di Melaka hanya terdapat 2 gerai yakni di Mega Mall Malaka dan Jesco ( mall ini terletak agak jauh dari pusat kota ), sedangkan di pusat kota hanya ada 2 Mall yakni Mahkota yang berlokasi berseberangan dengan Mega Mall, di 2 mall ini memiliki kelebihan masing-masing untuk Mahkota Mall di situ ada supermarket tetapi tidak ada bioskop sedangkan Mega Mall tidak ada supermarket tapi ada bioskop. Bagi yang pertama kali travelling di Melaka disarankan untuk menginap di hotel yang dekat dengan Red House, karena untuk mengunjungi objek wisata yang berada di pusat kota bisa di lalui dengan berjalan kaki. Sebab di Melaka jarang di jumpai bus ( tidak seperti di Kuala Lumpur maupun Penang ), kalau mau ke tempat yang jaraknya agak jauh dari  pusat kota kita harus naik bus dari Terminal Melaka Sentral, agak ribet sih. Kalau mau cepat memang pilihannya ke taxi, itupun harus tawar-menawar karena alasan drivernya di Melaka ini one way jadi perlu pusing dulu, padahal tidak semua jalan one way.      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar