Pada saat akan kembali ke Medan masih saja harus melalui kerikil-kerikil yang membuat jantung berdetak kencang.
Mulai pada saat lapor bagasi di counter hingga pemeriksaan di imigrasi Malaysia. Aku heran dengan cutiku kali ini ,saat tiba di airport LCCT Kuala Lumpur ada diajukan beberapa pertanyaan hingga harus scan finger.Begitu juga pada saat kepulangan, aku diperlakukan kasar oleh Imigrasi Malaysia,aku di bentak oleh petugasnya padahal saat itu petugas tersebut akan berganti shift dengan temannya. Aku disuruh tunggu tanpa ada kejelasan,apa permasalahannya hingga pasporku tidak di stempel, sempat juga aku tanya ke petugas disebelahnya,berhubung dalam 1 counter ada 2 petugas.Itupun pertanyaanku tidak di jawab.
Petugas yang telah bertukar pun aku mendapat perlakuan yang sama, aku tanya lagi apa masalahnya, baru dia jawab dataku tidak ada di Imigrasi Malaysia,padahal aku ingat tahun 2011 pada saat aku ke Penang , aku telah finger scan. Seharusnya data yang dimiliki oleh Imigrasi di Penang terhubung ke semua Imigrasi di wilayah Malaysia. Hingga petugas itu mau membawaku ke kantor Imigrasi,dia tidak mau tahu kalau aku datang ke Kuala Lumpur ini berdua dengan temanku. Padahal paspor temanku itu sempat diperiksa oleh petugas yang memeriksa pasporku itu,justru dia bentak temanku agar kembali masuk kedalam meninggalkan aku yang di luar.
Cemas dan panik , perasaanku saat itu. Aku berpikir siapa yang bisa menjamin aku , apalagi temanku yang menikah dengan orang Melaka sudah ke Medan lagi. Bingung mau minta tolong ama siapa,karna jika aku sampai dibawa ke kantor Imigrasi pasti panjang ceritanya. Syukur Alhamdulilah ada pejabat Imigrasi yakni seorang ibu yang dimintai confirmasi oleh petugas yang memeriksaku , Ibu itu dengan lembutnya nanya aku dari mana,kerja di Medan sebagai apa,sudah berapa lama kerja ? Dengan Ibu itu aku jelaskan stempel yang ada di pasporku , khususnya ketika aku ke Malaysia. Akhirnya Ibu itu bisa menerima penjelasanku,dia menyuruh petugas tadi memberi stempel di pasporku. Ibu itu bilang, "Dia ini pegawai Bank di Medan". Ku bilang juga kalau aku hampir setiap tahun ke Malaysia untuk melancong.
Kejadian itu yang tak akan pernah kulupakan....Dalam hatiku beginilah yang dialami TKW di Malaysia, mereka di bentak-bentak lalu di perlakukan kasar. Jujur aku emosi juga ketika di perlakukan demikian, memangnya aku seorang TKW yang tidak berpendidikan.......
Mulai pada saat lapor bagasi di counter hingga pemeriksaan di imigrasi Malaysia. Aku heran dengan cutiku kali ini ,saat tiba di airport LCCT Kuala Lumpur ada diajukan beberapa pertanyaan hingga harus scan finger.Begitu juga pada saat kepulangan, aku diperlakukan kasar oleh Imigrasi Malaysia,aku di bentak oleh petugasnya padahal saat itu petugas tersebut akan berganti shift dengan temannya. Aku disuruh tunggu tanpa ada kejelasan,apa permasalahannya hingga pasporku tidak di stempel, sempat juga aku tanya ke petugas disebelahnya,berhubung dalam 1 counter ada 2 petugas.Itupun pertanyaanku tidak di jawab.
Petugas yang telah bertukar pun aku mendapat perlakuan yang sama, aku tanya lagi apa masalahnya, baru dia jawab dataku tidak ada di Imigrasi Malaysia,padahal aku ingat tahun 2011 pada saat aku ke Penang , aku telah finger scan. Seharusnya data yang dimiliki oleh Imigrasi di Penang terhubung ke semua Imigrasi di wilayah Malaysia. Hingga petugas itu mau membawaku ke kantor Imigrasi,dia tidak mau tahu kalau aku datang ke Kuala Lumpur ini berdua dengan temanku. Padahal paspor temanku itu sempat diperiksa oleh petugas yang memeriksa pasporku itu,justru dia bentak temanku agar kembali masuk kedalam meninggalkan aku yang di luar.
Cemas dan panik , perasaanku saat itu. Aku berpikir siapa yang bisa menjamin aku , apalagi temanku yang menikah dengan orang Melaka sudah ke Medan lagi. Bingung mau minta tolong ama siapa,karna jika aku sampai dibawa ke kantor Imigrasi pasti panjang ceritanya. Syukur Alhamdulilah ada pejabat Imigrasi yakni seorang ibu yang dimintai confirmasi oleh petugas yang memeriksaku , Ibu itu dengan lembutnya nanya aku dari mana,kerja di Medan sebagai apa,sudah berapa lama kerja ? Dengan Ibu itu aku jelaskan stempel yang ada di pasporku , khususnya ketika aku ke Malaysia. Akhirnya Ibu itu bisa menerima penjelasanku,dia menyuruh petugas tadi memberi stempel di pasporku. Ibu itu bilang, "Dia ini pegawai Bank di Medan". Ku bilang juga kalau aku hampir setiap tahun ke Malaysia untuk melancong.
Kejadian itu yang tak akan pernah kulupakan....Dalam hatiku beginilah yang dialami TKW di Malaysia, mereka di bentak-bentak lalu di perlakukan kasar. Jujur aku emosi juga ketika di perlakukan demikian, memangnya aku seorang TKW yang tidak berpendidikan.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar