Liburan di bulan
maret ingin me-relakskan jiwa, walopun tujuannya sempat berubah begitu mama dan
aunty ikut serta, yang awalnya ingin sampai ke Johor tapi di batalkan. Tapi
yang jelas Langkawi tetap termasuk destination, hanya saja waktu di Medan
rencananya bermalam ,tapi ketika travel yang di Penang bilang “ngapain nginap
di sana? Sunyi dan gak ada yang bisa di liat “ . Padahal jarak tempuh ke
Langkawi dari Penang memakan waktu 4 jam dengan ferry ( itu setelah di jalani
). Sedangkan info dari travel hanya 2,5 jam saja jadi bisa pulang hari dan sudah
cukup puas mengelilingi pulau Langkawi,aku sih percaya aja, apalagi di kasih
disc RM 5 jika beli tiket pp. Harga tiket ferry sekali jalan RM 60 jika pp
seharusnya RM 120, tapi karena disc hanya bayar RM 115 untuk per orang.
Bayanganku menyeberang seperti waktu dari Batam mau ke S’Pore yang hanya 45
menit ataupun paling lama 2 jam jadi tidak bosan. Info yang ku dapat katanya
penyebrangan hanya sekali saja yakni jam 8 pagi, tetapi ketika aku sampai di
Jetty ( sebutan orang Malaysia untuk pelabuhan ) ada juga ferri yang berangkat
jam 7.45. Jika kamu nyari info di internet jangan langsung percaya !
Demi mengejar ferri
yang berangkat pagi,so gak kepikiran untuk sarapan. Jadi hanya berbekal snack
yang di beli sebelum berangkat serta mesin segala jenis minuman yang ada di
Jetty, cukup dengan RM 2 dapat memilih minuman apa yang mau di beli. Kapan ya
di Indonesia ada mesin seperti itu ? :) , ada juga turis dari Timur Tengah yang
nanya harga minuman ama aku, serta dia minta bantuan untuk ambil minuman
kalengnya, ternyata orang Indonesia tidak kantrok ya di Negara orang :D,
terbukti masih ada turis yang gak tau. Selama di Malaysia aku selalu berusaha menunjukkan
bahwa orang Indonesia tidak yang seperti mereka bayangkan walopun termasuk negara
terbesar yang mengirimkan tenaga kerjanya ke Malaysia. Dan entah kenapa wajahku
serta logat bicaraku banyak yang tidak menyangka kalo aku asli orang Indonesia,
bahkan mereka pikir aku ini orang dari Sabah. Efek dari dua kali pacaran dengan
pria Malaysia :D.
Dengan perut lapar
berangkatlah menuju Langkawi, oh ya sebelum ferri bergerak , aku sempatkan
untuk ambil gambar kondisi didalam ferri ( sori kalo bahasaku campur melayu :))
), karena ada teman yang bilang kalo ferri yang ke Langkawi itu jelek.
Dengan cable car kita
bisa menikmati pemandangan Langkawi dari atas, sebenarnya sih aku kurang
menikmatinya karena sport jantung diatas situ. Tapi demi mengurangi rasa takut
maka aku alihkan perhatian dengan berfoto-foto, tapi tetap juga itu wajah
nampak rada-rada pucat secara di cable car hanya aku berdua dengan adik sepupu,
ditambah lagi jalannya yang agak macet-macet yang membuat car bergoyang-goyang
menambah ke- parno-an. Untunglah tidak lama sudah mendarat ke station yang pertama. Mari kita lanjutkan
lagi berfoto,gak banyak yang bisa dilakukan disini, jika kita mau menikmati pemandangan
dari tempat ketinggian yang lebih tinggi, bisa juga dari station ini ,naik cable car
yang arahnya keatas, tapi berhubung nyali udah ciut langsung aja ambil
keputusan untuk segera turun. Kebetulan pada saat mau turun ada turis dari
France yang memanggil dari dalam cable car untuk ajak barengan gabung ama
mereka,dalam hati alhamdulilah ada teman yang bisa mengurangi rasa takutku. Sebenarnya
cable car ini bisa memuat maksimal 6 orang, jadi disarankan mendingan rame-rame
biar tidak terlalu takut, apalagi buat kamu yang punya phobia ketinggian.
The next destination
adalah Cenang Beach itu yang famous di Langkawi,lumayan agak jauh sih dari
Cable Car. Kebetulan di Malaysia sedang musim panas jadi terasa menyengat banget
waktu nyampe di pantai Cenang.
Saking panasnya injak pasirnya pun gak
sanggup, tapi demi memanfaatkan kesempatan udah berada di Langkawi, di abaikan
ajalah rasa panas itu, tapi heran juga ya turis asing bisa menikmati dengan membaca
buku atau tiduran. Disini hanya sedikit gambar yang ku ambil. Kalo diliat sih
sepanjang perjalanan yang menuju pantai cenang ini suasananya seperti Pantai
Kuta, banyak turis asing yang berbikini yang bersliweran. Mengingat masih ada
waktu 2 jam lagi, maka kami menuju Taman Buah walaupon tidak begitu famous.
Dari iklan di gambar
begitu menggoda buahnya, karena disitu dikatakan bisa memetik langsung dari
pohonnya. Untuk masuk ke sini dikenakan biaya RM 20, dan gratis berkeliling
taman dengan kendaraan yang sudah disediakan oleh pihak pengelola.
Pada saat kelilingi
taman ada pemandu yang menunjukkan pohon apa-apa saja yang di tanam disini, gak
menarik sih isinya gersang gak ada buahnya. Katanya karena belum musimnya,ya lebih
kurang seperti di Taman Mekar Sari nya
Bu Tien. Tapi yang ini versi miniaturnya :) plus servicenya bagi pengunjung di
suguhi makan buah gratis. Saat itu ada buah semangka kuning dan merah,buah
naga,nenas serta melon. Ya lumayanlah mengusir dahaga, kualitas buahnya pun
tidak begitu manis untuk melon dan nenas.
|
Pohon
Nangka yang sedang bergaya :p
|
Waktu udah
menunjukkan pukul 4 sore , kita harus segera kembali ke Jetty, sebelum ke Jetty
nyempatin dulu shopping coklat yang katanya harga lebih murah secara free duty.
Yang disayangkan gak sempat berfoto di patung Elang yang merupakan maskot dari
Langkawi Island serta shopping parfum :(. But anyway udah cukuplah mengenal
Langkawi dari kulit luarnya aja,karena kita harus kembali ke Penang, sebab besok
pagi udah ke Kuala Lumpur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar