Pengalaman pertamaku
naik ferri menyebrang dari Batam ke S’pore, seingat ku dulu waktu SMP terakhir
nyebrang ke Bali, setelah itu tidak pernah lagi yang namanya naik ferri ke
suatu pulau. Awalnya sih rencana naik ferri yang pagi ke S’pore tapi karena
terlambat tidak dapat tiket, so naik yang jam 10 pagi. Kebetulan aku pake guide
ke S’Pore ini untuk 2 hari 1 malam dikenakan biaya Rp 1.750.000,- per orangnya
cukup mahal juga sih tanpa makan,katanya yang mahal biaya hotel per malam Rp
900.000,- dan itupun hotel bintang 2
yakni Hotel 81 yang cukup terkenal di kalangan turis yang memiliki
budget pas-pas,mengingat living cost di S’pore mahal.
Tiba di Harbourfront
( nama pelabuhan di S’pore,keren banget deh ini pelabuhan apalagi ada mall nya
) jam 11 siang waktu setempat,berhubung kita ini ambil paket yang adventure
maka dari Harbourfront naik taksi ke hotel untuk menaruh koper sebelum
pertualangan di mulai. Kita nginap di daerah Geylang, katanya sih ini kawasan
orang melayu jadi gak sulit untuk cari makan. Aku juga baru tau kalo daerah
Geylang ini jauh dari kota, karena temanku memberi referensi nginap di daerah
Little India. Ongkos dari pelabuhan ke hotel $ 25 itupun setelah tawar menawar.
Setelah check in kita
cari tempat makan siang kebetulan di dekat hotel ada restoran melayu, menu
makan siang kali agak mewah yakni soup, ayam+nasi $ 8 belum juice tuh, biar
hemat minum air mineral yang udah di beli di Batam. Perut mulai terisi
penuh,baru saatnya kita mulai jalan menuju stasiun MRT, tujuannya ke daerah
Bugis Street yang katanya disana barang-barang yang dijual murah harganya. Di
area Bugis Junction pun ada mall nya juga kok,pokoknya S’pore adalah surga bagi
orang berduit untuk shopping.
Jadi transportasi
yang kita gunakan selama di S’pore hanya bus dan MRT saja,walopun begitu
petunjuk arah pada transportasi publik ini cukup lengkap serta jelas bila di
bandingkan dengan Negara seperti Malaysia atau Thailand. Oh ya di Bugis Street
Market ini aku sempat beli duren :) itupun harganya mahal $ 8 untuk 4 biji
duren. Tau gak duren yang ku beli itu berasal dari Malaysia. Tapi gak apa-apa
deh, yang penting rasanya bikin puas abis :p
Dengan bus kita
melanjutkan perjalanan ke China Town, kebetulan 2 hari yang lalu ada acara di
sini jadi dekorasinya masih terpasang.
Puas mengeliling China Town, untuk
menuntaskan dahaga kita singgah sebentar untuk minum kelapa Thailand, huff
seger deh. Mbak guide bilang kalo di S’pore ini selalu ada CCTV, jadi kita
tidak perlu takut. Pantesan S’pore ini terkenal Negara Teraman di Asean ,
sehingga Mbak itu berpesan kalo ditanya dia itu siapa jawab aja sodara jangan
dibilang guide , Why ? Aturan disini setiap guide itu harus legal atau tepatnya
dapat ijin,jika ketauan guide illegal harus bayar denda, wow. Karena kalo guide
dia terdaftar dari travel yang ada di S’pore, jika tidak siap-siap aja harus
berurusan dengan polisi. Benar-benar Negara yang penuh keteraturan,kebersihan,dan
keamanan perlu di acungi 10 jempol deh untuk pemerintahnya.
Kita melanjutkan perjalanan
lagi ke Sentosa dengan bus. Pastinya ingin berpose di Universal Studio dong :).
Sebelum masuk ke area Sentosa kita harus antri beli tiket dulu. Sembari menunggu
guide beli tiket ,berpose dulu ah….
Saat nya menuju Universal Studio yihaaa
!! Walopun tidak memiliki tiket masuk ke dalam Universal Studio udah cukup
rasanya foto di depan ikon nya :p
|
Someday deh kita masuk kedalam
Universal Studio :)
|
Puas berfoto di area sini , kita mau
cari Patung Singa versi kecilnya di Sentosa ini sebelum ke Merlion yang
merupakan ikon dari kota S’pore. So..finally pencarian itu menghasilkan
gambar-gambar sebagai berikut ini ;)
|
The
baby Merlion
|
Sebelum beranjak dari Sentosa ini,
kami sengaja naik bus untuk berkeliling,walopun katanya ada beberapa wahana
yang baru di buka berhubung kocek terbatas so cukup cuci mata aja deh, toh di
Malaysia juga ada kok versi murahnya :).
Hari udah mulai gelap
ketika kami menuju Merlion, mana badan udah terasa capek dan gerah tapi tetap
semangat. Dengan sisa tenaga yang ada , menuruni beberapa anak tangga sambil
tetap berjalan , hingga akhirnya nampak juga Eyangnya Merlion :D.
|
Ternyata disini banyak sodaranya
Eyang Merlion ;)
|
Beginilah suasana di malam hari, hanya
mengandalkan lampu-lampu yang ada, anyway time for relax. Saat nya balik ke
hotel.
(November 2012)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar