Sabtu, 08 Maret 2014

The First Day at Singapore



Pengalaman pertamaku naik ferri menyebrang dari Batam ke S’pore, seingat ku dulu waktu SMP terakhir nyebrang ke Bali, setelah itu tidak pernah lagi yang namanya naik ferri ke suatu pulau. Awalnya sih rencana naik ferri yang pagi ke S’pore tapi karena terlambat tidak dapat tiket, so naik yang jam 10 pagi. Kebetulan aku pake guide ke S’Pore ini untuk 2 hari 1 malam dikenakan biaya Rp 1.750.000,- per orangnya cukup mahal juga sih tanpa makan,katanya yang mahal biaya hotel per malam Rp 900.000,- dan itupun hotel bintang 2  yakni Hotel 81 yang cukup terkenal di kalangan turis yang memiliki budget pas-pas,mengingat living cost di S’pore mahal.
Tiba di Harbourfront ( nama pelabuhan di S’pore,keren banget deh ini pelabuhan apalagi ada mall nya ) jam 11 siang waktu setempat,berhubung kita ini ambil paket yang adventure maka dari Harbourfront naik taksi ke hotel untuk menaruh koper sebelum pertualangan di mulai. Kita nginap di daerah Geylang, katanya sih ini kawasan orang melayu jadi gak sulit untuk cari makan. Aku juga baru tau kalo daerah Geylang ini jauh dari kota, karena temanku memberi referensi nginap di daerah Little India. Ongkos dari pelabuhan ke hotel $ 25 itupun setelah tawar menawar.
Setelah check in kita cari tempat makan siang kebetulan di dekat hotel ada restoran melayu, menu makan siang kali agak mewah yakni soup, ayam+nasi $ 8 belum juice tuh, biar hemat minum air mineral yang udah di beli di Batam. Perut mulai terisi penuh,baru saatnya kita mulai jalan menuju stasiun MRT, tujuannya ke daerah Bugis Street yang katanya disana barang-barang yang dijual murah harganya. Di area Bugis Junction pun ada mall nya juga kok,pokoknya S’pore adalah surga bagi orang berduit untuk shopping. 

Jadi transportasi yang kita gunakan selama di S’pore hanya bus dan MRT saja,walopun begitu petunjuk arah pada transportasi publik ini cukup lengkap serta jelas bila di bandingkan dengan Negara seperti Malaysia atau Thailand. Oh ya di Bugis Street Market ini aku sempat beli duren :) itupun harganya mahal $ 8 untuk 4 biji duren. Tau gak duren yang ku beli itu berasal dari Malaysia. Tapi gak apa-apa deh, yang penting rasanya bikin puas abis :p
Dengan bus kita melanjutkan perjalanan ke China Town, kebetulan 2 hari yang lalu ada acara di sini jadi dekorasinya masih terpasang.


Puas mengeliling China Town, untuk menuntaskan dahaga kita singgah sebentar untuk minum kelapa Thailand, huff seger deh. Mbak guide bilang kalo di S’pore ini selalu ada CCTV, jadi kita tidak perlu takut. Pantesan S’pore ini terkenal Negara Teraman di Asean , sehingga Mbak itu berpesan kalo ditanya dia itu siapa jawab aja sodara jangan dibilang guide , Why ? Aturan disini setiap guide itu harus legal atau tepatnya dapat ijin,jika ketauan guide illegal harus bayar denda, wow. Karena kalo guide dia terdaftar dari travel yang ada di S’pore, jika tidak siap-siap aja harus berurusan dengan polisi. Benar-benar Negara yang penuh keteraturan,kebersihan,dan keamanan perlu di acungi 10 jempol deh untuk pemerintahnya.
Kita melanjutkan perjalanan lagi ke Sentosa dengan bus. Pastinya ingin berpose di Universal Studio dong :). Sebelum masuk ke area Sentosa kita harus antri beli tiket dulu. Sembari menunggu guide beli tiket ,berpose dulu ah….
 

Saat nya menuju Universal Studio yihaaa !! Walopun tidak memiliki tiket masuk ke dalam Universal Studio udah cukup rasanya foto di depan ikon nya :p

Someday deh kita masuk kedalam Universal Studio :)


                                                                 
Puas berfoto di area sini , kita mau cari Patung Singa versi kecilnya di Sentosa ini sebelum ke Merlion yang merupakan ikon dari kota S’pore. So..finally pencarian itu menghasilkan gambar-gambar sebagai berikut ini ;)

The baby Merlion
Sebelum beranjak dari Sentosa ini, kami sengaja naik bus untuk berkeliling,walopun katanya ada beberapa wahana yang baru di buka berhubung kocek terbatas so cukup cuci mata aja deh, toh di Malaysia juga ada kok versi murahnya :).
Hari udah mulai gelap ketika kami menuju Merlion, mana badan udah terasa capek dan gerah tapi tetap semangat. Dengan sisa tenaga yang ada , menuruni beberapa anak tangga sambil tetap berjalan , hingga akhirnya nampak juga Eyangnya Merlion :D.


Ternyata disini banyak sodaranya Eyang Merlion ;)




Beginilah suasana di malam hari, hanya mengandalkan lampu-lampu yang ada, anyway time for relax. Saat nya balik ke hotel.

(November 2012)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar