Sabtu, 09 Agustus 2014

Cobaan Itu Indah PART-1



Dalam hidup ini kita sering kali di hadapi berbagai masalah baik itu keluarga,kerja, maupun anak. Terkadang kita sebagai manusia seringkali marah dengan keadaan , kenapa kita harus mendapat masalah seperti itu. Apakah Tuhan marah atau benci pada kita ??? Atau juga Tuhan Gak Adil itulah kalimat yang ada di kepala kita ketika masalah itu kita anggap berat.
Kita kadang lupa bahwa Tuhan sangat sayang kepada kita, Tuhan mengajari kita tentang apa itu namanya Pelajaran Kehidupan, yang tidak pernah kita dapat di pendidikan formal. Tuhan ingin kita menjadi pribadi kuat, tegar dalam menghadapi berbagai masalah dalam hidup. Ketika kita dihadapi masalah, kita lupa bahwa ada Tuhan. Kita sibuk mencari apa penyebab masalah itu terjadi. Kita lupa bahwa Tuhan sengaja memberi masalah itu kepada kita, untuk kita ambil pembelajaran dalam hidup, bahwa Aku Bisa mengatasi dan melewatinya.
Ketika kita belajar untuk pasrah, dan menyerahkan semua permasalahan itu dengan Tuhan akan jauh lebih ringan. Itu pernah kualami ketika aku harus pindah ke Jakarta mengikuti suami,disitulah aku mulai belajar tentang apa itu Hidup. Pertama kalinya aku merantau jauh dari mama,dan tidak ada sanak saudara serta dan aku harus tinggal dengan mertua. Awalnya aku anggap itu suatu beban yang cukup berat untukku banyak tugas yang harus aku jalani dengan kehidupan baruku yakni harus menyesuaikan diri dengan suami, mertua, sodara dari suami serta lingkungan kerjaku. Aku harus bisa jaga sikap di hadapan mertuaku , itu yang selalu ku camkan dikepalaku,sehingga tanpa kusadari aku kehilangan diriku. Ya aku jadi pribadi yang lebih pendiam dan tertutup,dan berimbas juga ke lingkungan kerjaku. Aku lebih gampang stress, dan aku tidak tau harus pada siapa aku curhat,kondisi saat itu aku Sangggattttt Jauh dengan Tuhan, aku lupa Tuhan. Aku asyik dengan masalah sehingga aku sering sakit, kalau tidak migren asmaku kambuh, hampir tiap minggu aku minum obat. Apalagi hubungan dengan suami yang sering bertengkar setiap minggu, belum lagi tekanan dari kantor, itu benar-benar aku berada di puncak stress, sampai aku harus pulang ke Medan untuk menetralkan keadaanku. Dan itu adalah obat yang mujarab menurutku saat itu. Karena di Medan aku menemukan pribadiku kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar